Informasi | Berita



user

Tiga Kali ke Luar Negeri dalam Setahun, Jejak Prestasi kembali Diukir oleh Tutor Asrama ITB


BANDUNG, asrama.itb.ac.id—Irfan Ibrahim, tutor asrama Sangkuriang yang berasal dari Payakumbuh ini merupakan mahasiswa Teknik Geodesi angkatan 2016. Semenjak kecil, Irfan menuturkan bahwa beliau memiliki cita-cita untuk mendapatkan kesempatan ke luar negeri. Benar kata pepatah—dimana ada keinginan,maka disitu ada jalan—Semangat yang tinggi dari tutor ini berhasil membuatnya pergi menjelajahi negeri orang sebanyak 3 kali di tahun 2018.

Pertama, kunjungan ke Malaysia dan Singapura pada Bulan Januari. Kunjungan ini merupakan program study banding dari UPT asrama yang bertujuan untuk membuka wawasan tutor terkait informasi dari Negara tetangga. Tak semua tutor yang berangkat, hanya sekitar 12 Tutor dari seluruh tutor yang berjumlah kurang lebih 90 orang. Beliau menambahkan bahwa tutor yang dapat melakukan kunjungan adalah tutor yang sudah terpilih dan memenuhi syarat yang ditentukan. Kegiatan yang dijalani selama program adalah kunjungan ke Universitas-universitas, ruang publik dan pusat kota.

Keberangkatan yang kedua, yaitu untuk mengkuti Summer School di China pada Bulan Juli. Irfan menjelaskan bahwa program ini didapatkan dari informasi fakultasnya, yakni Prodi Geodesi yang menawarkan Program kelas selama 10 hari di Zhejiang, China. Setelah dinyatakan terdaftar, tiket pesawat yang cukup mahal dan biaya hidup yang tinggi tidak menyurutkan semangatnya untuk tetap berangkat. Alhasil, berkat usaha dan doanya, Mahasiswa tingkat tiga Geodesi ini akhirnya dapat terbang ke China dengan sokongan dana dari Prodi dan beberapa sponsor lainnya yang berjumlah kurang lebih sekitar 20 juta rupiah. Selama di China, Beliau mengikuti kelas di Universitas Zhejiang “Aku ngerasa kemampuan berbahasa Inggrisku bertambah semenjak disana, kuliah, ngobrol sama teman, beli makanan  dan bepergian, semuanya harus pake Bahasa Inggris.” Pungkas Irfan. Selain berkuliah, lelaki berusia 21 tahun ini juga berkeliling Kota Hangzhou untuk berjalan-jalan ke pasar malam dan pergi ke mall.

Yang ketiga, paling hangat dan berkesan, yakni keberangkatan pada Bulan September. Keikutsertaan Irfan bersama 5 anggota tim nya berhasil memenangkan medali Perunggu dalam acara Taiwan Innotech Competition. Kemenangan yang tak disangka-sangka ini ternyata diperoleh dari ide brilian tim nya untuk membuat bangunan bawah laut yang terbuat dari Obelia s.pm (sejenis ubur-ubur). Ide yang sangat menarik ini ternyata banyak mendapatkan apresiasi dari Negara-negara tetangga yang mendatangi stand pameran mereka.

Dari ketiga perjalanannya untuk pergi ke luar negeri, Irfan menjelaskan bahwa butuh beberapa hal yang penting untuk mencapainya.

“Kalo mau dapat pencapaian yang lebih, pertama luruskan dan perjelas niat.”

Pria yang berlogat padang kental ini menjelaskan bahwa dulu ia memang memiliki niat yang teguh untuk meraih mimpi untuk pergi ke luar negeri, salah satunya dengan mengikuti kompetisi. Dengan adanya niat, secara tidak langsung kita akan melakukan usaha, misalnya mencari informasi.

“Yang kedua, jangan pernah ragu dan menunda peluang.”

Maksimalkan peluang yang ada dengan cara memberanikan diri mengambil keputusan. Jangan pernah takut untuk melakukan hal yang positif dan bermanfaat selama mampu menjalaninya. Irfan menambahkan tentang pengalamannya dulu ketika memutuskan untuk daftar Summer School di China: Langsung daftar, Jangan Ragu!

“Yang ketiga, Jangan takut terkendala oleh dana, yang penting adalah bagaimana cara mengkomunikasikan kendala.”

Untuk pergi ke luar negeri, tentu membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Butuh berjuta-juta bahkan berpuluh-puluh juta untuk terbang melebarkan sayap hingga sampai kesana. Lagi, lagi dan lagi, JANGAN TAKUT! Wakil Koordinator Asrama Sangkuriang ini menjelaskan bahwa semua itu akan ada jalannya jika itu memang rezeki kita, dengan dibarengi usaha yang keras juga tentunya, contohnya dalam hal mencari sponsor. Bila sudah terbangun komunikasi yang baik dengan pihak-pihak yang berpotensi menjadi pendukung atau sponsor, kemungkinan besar pihak yang bersangkutan akan memberikan dukungan dana. Contohnya ketika Irfan mengikuti lomba di Taiwan. Tim nya mendapat bantuan dari LK, Prodi, dan beberapa perusahaan mitra ITB.

-- Ira Prameswari



Untuk komunikasi via telepon, kami hanya menggunakan nomor di atas dan tidak bertanggung jawab atas segala kontak selain yang disebutkan dengan mengatasnamakan UPT Asrama ITB.
Copyright © 2018-2019 asrama.itb.ac.id — v.2.0